Filosofi Angka 7 antara Jazz dan Langit

by singalodaya

Semoga bacaaan di bawah ini bisa bisa men-suwung-kan ( mengosongkan ) kita dari eksistensi ke-aku-an dan keegoisan kita – tanpa mengurangi rasa hormat kepada Beliau, saya repost di sini – twitter @azwarvanjava

“Filosofi Jazz Diantara Angka 7 Dan Langit”

Bismillah….

– Bahas tentang “JAZZ” sepertinya Asyik. Mengulas sedikit apa yg disampaikan oleh Mas beben Dan Mbak Inna Kamarie di Mocofat Syafaat.jazz itu ‘mengalir’,bukan ‘aliran’.Dan dia tidak terbatas hnya dlm dunia musik,tetapi juga dalam bentuk2 proses kehidupan yg kita jalani.

– Orang Jawa punya beberapa kata baik yang mengandung unsur tujuh (atau pitu dalam Bahasa Jawa),pitulungan, pituduh. Lalu kita menyebut wujud kesepakatan kita dengan kata ‘setuju’, bukan sepuluh atau yang lain.Juga orang Betawi punya tokoh pahlawan yang namanya Si Pitung.Tak hanya di Indonesia.Kita mengenal ada seven wonders,seven habits.Lalu sekarang juga marak kebiasaan nongkrong anak2 muda diSeven Eleven.

– Al-Fatihah terdiri dari tujuh butir ayat. Sebelum sampai pada tujuh, kita harus terlebih dulu mengenal enam.Enam itu masa.Enam itu akhir.Kalau misalnya rumah kita bernomor 6, kmngkinan akan lama tinggal di rumah itu, bhkan mungkin akan setrusnya.

– Allah sendiri menceriterakan penciptaan langit dalam enam masa. Al-Quran berakhir pada surah ke-114 (1+1+4=6).Nama-nama Nabi yang diperkenalkan kepada kita ada 25; 2+5=7. Tujuh ini angkanya Nabi Muhammad.

– Thoriqoh Syadziliyah mengatakan bahwa Nabi Muhammad itu pembuka dari yang tertutup dan penutup dari yang masa lalu.Nabi Muhammad berkedudukan sebagai penutup sekaligus pembuka.

– Kembali ke langit. Di dalam Al-Quran langit disebut berpasangan dengan bumi, sammawati wal ardl.
MHAinunNajib 2 days agoBumi disebut dalam bentuk kata tunggal, sementara langit disebut dalam kata jamak; menujukkan bahwa dia berlapis-lapis.

– Jazz itu musik yang memerdekakan. Lalu kenapa mesti belajar? Supaya kita makin tahu apa yang kita mau.Ada orang yang inginnya musik seperti ini, tapi tidak bisa mewujudkannya karena kurang secara keilmuan.Di situlah pentingnya belajar; supaya apa yang dia inginkan sesuai dengan refleksikan.Orang yang makin bisa hidup menjadi diri sendiri, hidup sesuai yang dia pilih. Bukan hidup yang memilih dia.

“Kalau kita punya kesempatan seperti itu, berbahagialah”– Salah satu filosofi jazz adalah bermain sambil mendengar. Bukannya tidak mau latihan, tapi kita selalu ingin ada misteri dalam permainan. Ada spontanitas. Bermain sambil mendengar, akhirnya dengan pertalian batin kita, kita bisa bermain kompak.

– Jazz itu ada outputnya di bidang musik, ada outputnya di bidang kebudayaan yang lebih luas,dan ada outputnya di bidang kehidupan yang bukan hanya budaya tapi juga ada agama, politik, ekonomi.

– Jazz itu satu sikap hidup, satu cara memperlakukan hidup. Dia berpedoman pada sifat Tuhan.Sifat Tuhan yang pertama itu selalu menguak yang gaib. Kalau Allah itu ‘alimul ghoib, Mengetahui segala yang gaib.Kalau manusia mempelajari segala yang gaib.

– Jazz adalah pekerjaan untuk selalu mencari peluang2 yg belum pernah ada,selalu melakukan ijtihad/jihad hati&pikiran, mencari kemungkinan2.Dan itu bisa terjadi bukan hanya pada musik.Maka di dalam Islam ada jazzakumullah. Jadi jazz ini orang yang sudah mendapat ijazah.

– Kalau di kalangan kiai, ijazah diberikan pada santri yang sudah dianggap pantas untuk mencapai suatu level dan dia dikasih kepercayaan untuk melakukan pekerjaan yang lebih tinggi atau lebih besar. Kemudian kata ‘ijazah’ direbut oleh dunia sekolahan yang sangat kapitalistik seolah-olah dari mereka.

– Jazz itu sikap hidup, jadi tidak setiap orang punya kewajiban untuk seperti Beben yg mengaplikasikannya dlm aransemen &composing nada&irama. Orang boleh menerapkan watak jazz itu di berbagai bidang. Anda kalau berdagang tidak jazzy ya gitu-gitu aja.Anda harus menguak kemungkinan-kemungkinan baru. Anda harus ber-ijtihad.

– Anda harus kembali pada dasar, yaitu orang hidup itu cuma ada tiga. Anda milih untuk ijtihad (inovatif dan kreatif), ittiba’ (mengikuti sesuatu yang dipahami), atau taqlid (anut grubyuk, pokoke melok).”

– Tapi ini tidak berlaku untuk orang pikun. Orang pikun tidak terikat pada tiga hal itu.misalnya dia lupa bahwa dirinya presiden, maka dia jadi Ketua Partai Demokrat.Itu pikun. Dia pikir puncak kariernya adalah menjadi ketua partai, padahal dia sudah presiden.

Dan itu tidak bisa disalahkan karena dia pikun.Jadi Anda jangan marah2.Ini saya selalu mencarikan alasan supaya semua orang masuk surga. Enak to nek karo aku.

– Output musik sedikit-sedikit ya bisa, tapi tidak bisa secara total menjadi musisi jazz karena waktu. Jadi Kiai Kanjeng ini bersikap jazz, tapi mereka tidak punya peluang untuk bener-bener menciptakan output musikal karena waktu mereka, digunakan untuk melayani masyarakat secara sosial, kebudayaan, dan agama. Maka jazz-nya muncrat-muncrat pada berbagai hal.

Nek ndelok raine kan gak cocok blas, jan ra ono potongan.

– Maka di luar negeri mereka selalu diremehkan awalnya, tapi setelah selesai bermain orang-orang menciumi tangan mereka.Mereka kalau sudah sampai pada puncak jazzy-nya selalu merem.Waktu di Conservatorio, pusat musik klasik di Napoli – kotanya Maradonna waktu dia main sepakbola, mereka mainnya sampai memejamkan mata.Tangannya sudah nggak tahu ke mana. Begitu sukses waktu itu, karena orang Italy nggak ngerti not gamelan.Tapi mereka nge-jazz di wilayah kedua, yaitu di wilayah kebudayaan.

– Mbak Inna menyanyikan lagu Menungso, itu kan lagu Jawa asli, tapi kemudian oleh Sabrang di-Bahasa Inggris-kan menjadi Man on the land.Kiai Kanjeng membuktikan bahwa sesungguhnya tidak ada bedanya manusia di dunia ini. Kenapa kemudian jazz hanya ada di Amerika?Kalau blues di New Orleans, di Chicago? Kenapa jazz hanya berbentuk seperti itu tadi? Kenapa tidak mungkin dia muncul di warung-warung, tidak muncul di perilaku-perilaku yang penuh terobosan?

– Kiai Kanjeng menyambung semua kemungkinan kebudayaan itu.Misal, pernah lagu Israel, lagu Arab, lagu Jawa,diuleg jadi satu oleh Kiai Kanjeng. Kenapa tiba-tiba kamu menjadi orang Arab, orang Yahudi, orang Jawa? Wong kamu berasal dari gen yang sama. Kita semua terkotak-kotak dan dan akan menyatu kembali dengan watak jazz. Kalau tidak, manusia tidak akan pernah bersatu lagi.

– Bahkan tidak ada yang membayangkan bahwa puncak jazz adalah tilawatil Quran. Se-jazz-jazz-nya musik, dia masih memerlukan kunci awal, masih ada disiplin, meskipun dia cari peluang masuk di antara dua ketukan. Tapi qiro’ah, tidak memerlukan kunci awal dan setiap titik bunyinya merupakan improvisasi. Qori’ adlah pelaku jazz yg sbnarnya,kcuali yg kuliah akhir2 ini krena mereka kemudian dipaket2 ada qiro’ah sab’ah,ada model Mesir,model apa.

Kalau jazz ya sakmodel-modele.

– Level ketiga adalah nggak cuma di kebudayaan,tapi sampai ke agama dan segala macam. Anda jangan menyangka lagu Summer Time itu lagu Amerika. Ya memang dari Amerika, tapi apakah Anda pernah mempelajari nasabnya? Kayak kata ‘jazz’ itu dari mana?

– Dalam Bahasa Inggris tidak ada lho kebiasaan kata j-a-z-z.itu pasti agak Arab2 dikit. Dalam habitat Bahasa Inggris kata ‘jazz’ itu kan aneh. Kayak lagu Summer Time, orang mendengarkannya kan tergantung pada khasanah sejarahnya. Kalau kayak saya, saya pernah hidup di Amerika dalam kesengsaraan, jadi saya nggak bisa romantik dengan summer time. Apalagi saya kemudian direpotin dengan Negro-Negro; saya mendidik mereka untuk bisa jadi manusia modern, dan itu susah banget. Dan, di dalam jazz tidak ada lho yang namanya fals. Kalau Anda ngomong ada suara fals, itu buakn fals tapi tidak pada tempatnya. Seharusnya bukan dia yang nongol, tapi kok dia. Misalnya Do kurang dikit, lho kenapa dia di situ?”

– Fals sebenarnya =kekeliruan manajemen, karena seluruh benda,bunyi, dan apapun saja dlam khidupan ini,dijamin oleh Tuhan tidak ada yang sia2 Kalau mau cari fals, itu adalah menteri yang seharusnya tidak jadi menteri. Ini kan serba fals semua,& karena semuanya fals, maka menjadi satu harmoni.Presidene fals,partaine, menterine,saiki rakyate melu fals sisan.

– Saat ini Indonesia sedang buntu berat,kalau tidak punya daya terobosan dalam hidup Anda,mau nunggu siapa?Anda yg harus melakukannya sendiri. Jadi sebenarnya jazz ini dzikir, yang mengingatkan Anda kalau Anda bisa menembus.

– Dalam pola-pola pembacaan Alquran maupun dialek etniknya, ada 7 macam. ‘Alimul ghoibi wa syahadah merupakan sifat Tuhan yang utama. Allah itu menguak kegaiban. Dia menyaksikan dan mengalami.

– Dia menyamar seolah belum tahu,padahal kan dia juga yang bikin,itu semata2 untuk supaya kita belajar menjadi muta’alimul ghoibi wa syahadah. Pada ayat lain Tuhan bilang, ‘Wahai jin dan manusia!’ Selalu jin dulu, baru manusia. Ini belum ada tafsirnya – mau Jalalain, Ibnu Katsir.

– Kenapa jin dulu yang disebut? Karena manusia kalau meningkat dia akan menjadi jenius, maka dia menjadi bagian dari jin. Pernah ada pentas jazz pake ngaji? Itu karena kurang jazz! Bagaimana dunia ngaji nyambung banget sama jazz. Sehebat2nya jazz dia msih pkai gitar,tapi ngaji,sdah nggak ada bnyi alat musik yg brani berbunyi saking utuhnya improvisasi entitas ngaji itu. Boleh dong ada jazz Arab, jazz Jawa. Palaran-palaran itu juga jazzy sekali.

” Mari kita men-jazz-kan dunia karena Jazz ini kalau bahasa agamanya tauhid, tauhid yang sejati.”

– Dalam beragama ada proses pendidikan. Kalau dalam antropologi agama,sosiologi agama,& psikologi agama,ada perkembangan dari keberagamaan. Dari yang awalnya melihat Tuhan itu banyak, sampai kemudian berkembang ke kesadaran bahwa Tuhan itu Mahaesa.

– Dalam proses penerapannya juga mengalami perkembangan. Kita masih terikat oleh lembaga-lembaga keagamaan. Kita masih merasa perlu melembagakan diri dalam institusi tertentu. Kita mengikat diri untuk beragama.

– Sepanjang kita mengurung diri dalam lembaga2, dalam pengkotak-2an agama,kita tidak akan sampai pada seni dalam beragama atau seni tauhid. Tauhid itu keesaan Allah yang kita merupakan bagian di dalamnya.

– Tauhid yang sesungguhnya adalah dengan seni jazz yang tersimpul dalam asmaul husna. Dalam asmaul husna, Tuhan itu Maha Kaya tapi juga Maha Miskin.
Kalau orang sampai pada taraf tauhid sejati, dia memberi atas nama Tuhan, dan menerima juga atas nama Tuhan.

– Tuhan menjelma menjadi manusia dalam tataran yg berbeda.Maka dikatakan bahwa Tuhan itu lathiful kabir,lebih halus daripada yg paling halus.Dlm kitab suci,Tuhan seolah2 mnampakkan Diri-Nya sbgai Maha narsis.Itu mksudnya spaya Tuhan bisa menjadi sosok idola bagi stiap makhluk-Nya.

– Kalau sudah menjadi idola,seorang idola kalau meminta kepada yg diidolakannya, sudah bukan merupakan beban, melainkan terdengar sebagai perintah yang dengan senang hati ditunaikan.

– Setiap agama yang datang ke Indonesia itu kan menciptakan peradaban, kerajaan. Orang yang sampai pada taraf seni tauhid tidak perlu terikat dengan batasan-batasan tertentu untuk melangkah pada kebaikan.

– Dia punya logikanya sendiri, seperti orang yang ahli beladiri yang sudah tidak lagi memikirkan teori-teori untuk bergerak. Mereka sudah melampaui teori, mereka sudah sampai pada taraf kreatif.

– Tujuh langit itu bukan Anda di langit pertama terus mau ke langit kedua. Bukan Bumi berada di langit keberapa. Yang dimaksud bukanlah lapisan-lapisan jasad. Bukan bumi ‘dan’ langit, melainkan ‘di dalam’.

– Langit yang di dalamnya ada Bumi itu ada di dalam kita, dan manusia ada di dalam Tuhan. Jdi bukannya Tuhan ada di sana,langit ada di sana.Anda bisa mencapai langit ketujuh skrng juga,trgntung apkah Anda telah suwung atau tidak.

– Kalau di dalam dirimu masih ada yang membebanimu, kalau di dalam dirimu masih ada dirimu, kalau di dalam dirimu masih ada yang seharusnya tidak membebanimu, maka kamu tak akan bisa terbang.

– Di dalam dirimu jangan ada dirimu. Kebanyakan orang, di dalam dirinya hanya ada dirinya, hanya ada ego dan eksistensinya. Kalau dirimu suwung, berarti yang ada di dalam dirimu hanyalah iradlah Allah. Kamu jadi presiden, itu iradlah Allah.

– Supaya Anda tidak salah paham, supaya para ulama tidak marah sama Tedjo, saya kasih tahu epistemologi ‘jancuk’. Jawa Timur bagian timur menyebutnya ‘jancuk’, sementara Jawa Timur bagian barat menyebutnya ‘dancuk’. Ini hanya soal aksentuasi pendengaran tiap orang yang berbeda-beda. Banyak orang salah paham, pengajian kok pakai misuh-misuh. Sebentar, ‘dancuk’ itu berasal dari kata ‘diencuk’, Diancuk’ merupakan reaksi kemarahan orang terhadap perbuatan jahat. Tidak ada kata ‘dancuk’ yang diucapkan dalam rangka kejahatan.

– Justru dia merupakan protes terhadap kejahatan. Itu semua dilakukan atau diucapkan lalu muncul sebagai idiom budaya karena kemurnian manusia untuk selalu bereaksi melawan kedzaliman. Jadi Jancukers adalah kumpulan orang-orang yang melawan kedzaliman.

– Semua yg buruk2 aku tunjukkan baiknya,&aku mnolak untuk mnunjukkan buruknya yg baik2 mskipun aku tahuBiar engkau kmbali pda cita2 yg suwung. Itu yg saya sebut jazz dalam perolehan budaya, bukan hanya musik. Jadi hasilnya adalah mempersatukan apa yang sebelumnya tidak tersambung. mengapa masyarakat kita belakangan ini menghadapi kematian dalam nuansa kesedihan, hitam-hitam, dengan cara Barat semua?

– Di mana sikap hidup Ono tangis layu-layu, tangise wong wedi mati, gedhongono kuncenono, wong mati mongso wurungo? Pembelajaran menyangkut ilmu Tuhan, meneliti sendiri seperti apapun, wacana utamanya tetap informasi Tuhan.

– Kalimat tayyibah (astaghfirullah, alhamdulilah, Allahu akbar, masyaAllah) sebenarnya tidak ada hubungannya dengan susah atau senang. Kalau memang ada psikologi susah atau senang, mending kita milih senang. Karena tidak ada apapun yang tidak menyenangkan.

– Sekarang ini kebudayaan dan psikologi sosial manusia sudah mendegradasikan kalimat-kalimat Tuhan itu untuk fakultas-fakultas budaya. Jadi kalau dapat duit, alhamdulillah. Jadi alhamdulillah direndahkan. Padahal tidak ada yg tidak alhamdulillah, tidak ada yg tidak Allahu akbar,tidak ada yg tidak masya Allah, tidak ada yg tidak Subhanallah.

– Bahkan ualma-ulama tidak memandu masyarakat untuk konvensinya dulu. Apa bedanya masyaAllah dengan subhanallah? Konvensinya dulu? Kalau misalnya ada pohon tumbang, itu apa yang harus diucapkan?Karena kalimat tayyibah sudah sedemikian terdegradasi dalam masyarakat kita. kalau suatu ketika ada rumah kebakaran lalu kita bilang alhamdulilah, ya dikepruki ( di pukul ) wong. Itu yang salah bukan alhamdulillah-nya, tapi degradasi yang dilakukan oleh cara berpikir manusia terhadap kata-kata itu. Padahal tidak ada yang tidak memenuhi syarat untuk dikasih ucapan kalimat tayyibah.

– Kamu manusia, harus berangkat dari fakultas-fakultas ini menuju universitas. Sekarang kan tidak ada universitas. Yang ada adalah kumpulan fakultas2. Yang ada kan sarjana fakultas. Jadi universitas itu penipuan. Yang ada adalah paguyuban fakultas2.

Jadi masya Allah diucapkan atas sesuatu yang seharusnya tidak terjadi tapi bisa terjadi.Tapi kalau sesuatu yang memang mesti terjadi dan benar-benar terjadi, lalu kamu terharu atas itu, maka Subhanallah. Itu ada posisinya sendiri-sendiri, tapi daripada susah-susah, sebut apa saja, itu sudah bener.

” Anda mempersatukan diri dengan siapapun saja, maka menjadi manusia.”

– Nanti manusia diganggu lagi oleh gender, misalnya. Pokoknya kalau perwakilan wanita harus 30% segala macem. Kalau memang niat, ya wanita diberi kesempatan yang sama, bukan minta jatah sekian persen.

– Maka saya tak pernah ikut ideologi gender, karena saya tidak pernah urusan wanita kecuali dengan istri saya. Selebihnya kan manusia. Di atasnya ada Abdullah, memposisikan diri terhadap Allah. Anda bersama dengan Allah. Lalu di atasnya kita menjadi khalifatullah. Anda ditugasi Allah, Anda karyawannya Allah,sudah digaji,bayar pajak dikit kepada Allah karena sudah digaji luar biasa banyak.

– Aku husnudzon, dan punya keyakinan tentang yang dimaksud surga itu kayak gimana, neraka itu kayak gimana. Siapa yang harus masuk, siapa yang tidak. Lho ini keyakinan, jadi jangan amin. Nek amin lak ijek mugo-mugo.

– Kalau kita nggak pernah punya keyakinan tentang kebaikan, terus gimana? Hatiku beneran kok, ikhlas kok. Ini bukan sombong. Yakin kok sombong. Wong saiki ki gak nduwe keyakinan tentang kebaikan.

– Kenapa 7? Satu oktaf terdiri dari 7 note. Kebetulan Allah memberikan tanda-tanda. Kalau di musik, scale itu menunjukkan abjad, interval atau jarak antarnot itu menujukkan suku kata, dan chord itu merupakan kata. Lagu secara keseluruhan merupakan satu karangan.

– Ada sebuah buku berjudul Jazz for Rock Guitarist, itu isinya pendalaman tentang chord, karena memang ciri khas jazz salah satunya adalah penggunaan chord yang banyak – tapi bukan untuk pamer. Ada hal-hal yang kadang-kadang bisa dimasukkan, tapi karena kurang pengetahuan maka dia tidak dimasukkan.

– Dan kita bayangkan, orang yang memilih perbendaharaan kata yang sedikit, akan terbatas untuk menyampaikan pikirannya. Orang jazz bilang, banyakin chord, mungkin kamu bisa bicara lebih banyak.

– Bumi dan planetnya diukur menurut jarak tertentu yang kalau diubah sedikit saja akan menyebabkan kekacauan. Ini tanda-tanda dari Allah. Phytagoras, ahli Matematika, Kosmologi, dan bisa bermain musik, menemukan hal ini secara lengkap. Bahwa jarak dari satu planet ke planet lain merupakan interval.

– Ketika belajar filsafat dan mentok, Phytagoras pergi ke Mesir. Di sana dia menemukan 4 nada suci. Waktu itu ada alat musik namanya lyra, menggambarkan 4 unsur alam semesta. Karena penasaran, dibawalah alat musik itu ke Yunani. Phytagoras mencoba menambahkan 4 nada lagi, tapi ternyata kacau.

– Dengan ilmu Kosmologi Kuno, dia mengetahui bahwa ada 7 planet selain Bumi di dalam tata surya. Dia hitung menggunakan monochord, smpai mndpatkan apa yg kini kita kenal dgn1,1 ½, &seterusnya.Phytagoras mmbagi satu oktaf mnjadi delapan. Ada tujuh not. Delapan itu dari Do ke Do lagi.

– Phytagoras menemukan bumi berputar pada porosnya mengeluarkan bunyi, tapi pada waktu itu belum diketahui jelas. Planet Bumi berputar, sebagaimana Saturnus, Uranus, berputar mengeluarkan bunyi.

– Tahun 1619 ketika Keppler menemukan bahwa Bumi berputar dengan mengeluarkan bunyi mi, fa, mi. Penemuannya lebih detil dari apa yang ditemukan pendahulunya. Menurut kepercayaannya,suatu ketika bumi dan benda2 langit pernah mengalami harmoni sempurna, bunyinya doremifasolasido, yaitu ketika terjadi Big Bang, penciptaan alam semesta. Lalu ada 7 warna (modes) dalam major scale. Ada 7 warna dalam harmonic minor, ada 7 warna dalam melodic minor.

– Kalau seni rupa menggambarkan dengan warna : sedih, sedih banget. Kalau baru belajar musik akan diberi gambaran, ini biru. Di musikpun ada biru muda, biru tua. Seven modes in major scale itu adalah sebagai berikut : ionian, dorian, phrygian, lydian, mixolydian, aeolian, locrian.

– Di dalam ayat-ayat Tuhan selalu disebut bahwa ‘yang terdengar’ didahulukan daripada ‘yang terlihat’ Lebih penting yang didengar daripada yang dilihat. Sami’un dulubaru bashirun. Ini juga tanda yang luar biasa.

– Yang kita nikmati sekarang, sampe dunia IT, kan para jazzer yang berjasa. Mereka orang yang melakukan pekerjaan jazz di berbagai bidang. Pekerjaan jazz adalah pekerjaan luar biasa, & pemusik Jazz ini = pemberi ingatan kepada seluruh laku kebudayaan, teknologi, dan kenegaraan.

” Kalau tidak ada jazz, kita tidak ingat bahwa kita kreatif. ”

– Sekarang yg terjadi adalah sekularisme, di mana yg disebut agama adalah ibadah mahdloh saja. Sementara pasar tidak dihubungkan dengan agama. Musik disebut antiagama, Kiai Kanjeng disebut musik gombal, bid’ah dan selanjutnya. Bahwa jazz yang dilakukan oleh Beben adalah jazz di wilayah pengolahan musik dan kesenian.

” Sementara yang dilakukan Kiai Kanjeng adalah di wilayah kebudayaan. ”

– Yang paling tinggi dalam kehidupan adalah kebaikan yang memproduksi kegembiraan bersama. tidak ada gunanya kebaikan&kebenaran kalau hasilnya bukan kegembiraan brsama. tidak bleh kegembiraan sendiri,tapi brsama.Itulah gunanya jazz

– Apakah tadi selama Anda asyik dengan musik, Anda lupa pada Tuhan? Jadi selama ini orang salah dengan konsep tentang kekhusyukan. Dipikirnya khusyuk adalah Anda sholat, inget Tuhan thok nggak inget dunia.

– Terus apa gunanya Anda menjadi khalifah di dunia kalau Anda bertamu ke Tuhan dunia tidak Anda bawa? Wktu mkan inget Tuhan gak?Wktu jualan di psar apa ingatTuhan?Itu bukan brarti Anda tidak inget Tuhan.Yg penting mmbawa ksadaran itu ke mana2.

” Jazz adalah sikap dan perilaku merdeka terhadap kehidupan ”

– Kemerdekaan yang bisa membuat Anda menembus-nembus, menemukan wilayah-wilayah yang sebelumnya belum ditemukan. Dari wilayah estetika sampai teknologi sampai spiritualitas. Pertanyaan saya, kemerdekaan itu jalan atau tujuan?

– Jadi Anda menempuh kemerdekaan itu untuk menemukan batasan Anda. Anda akan berteduh, ilaihi rojiun, ilaina turjaun. Jadi bukan kemerdekaan sebagai ideologi, melainkan sebagai metodologi.

– Ideologinya adalah menemukan batasan-batasan Anda, sebab begitu melewati batas, Anda akan fals. Kurang batesnya, fals juga. Ini semua yang Anda alami dari jam 9 malam sampai jam 3 pagi ini menjauhkan Anda dari Tuhan atau mendekatkan Anda kepada Tuhan?

– Sebenarnya kunci hidup itu cuma satu – mau main musik,mau dagang,mau jadi presiden itu produknya menjauhkan dari Tuhan Atau mendekatkan? Kalau mendekatkan, bagus, beres. Parameternya cuma itu thok. Untuk itu, kita sekarang sudah sampai pada batas. Kita tidak pulang dengan kemerdekaan-kemerdekaan

– Kita pulang dengan permenungan2 tentang keterbatasan masing-masing. Kita sudah eksplorasi segala sesuatu,tapi masing-masing punya batasan. Kalau cocoknya kepala gudang ya nggak usah jadi direktur.

Perjalanan kita ini cembung ya, kita awali sampai memuncak ke kemerdekaan, kemudian menurun lagi ke sublimasi. Saya ‘menipu’ Anda dengan jusul ini ya insyaAllah dalam arti baik.

” Saya mengatakan ‘Jazz 7 Langit’, bukan ‘Musik Jazz 7 Langit’ ”

– Artinya, kita memperluas diri, bukan hanya di bidang musik tapi juga pemahaman2&pengembaraan2 pemikiran, praktis di wilayah yg lebih luas.Saya kira Mas Beben dan teman-teman jazz se-Indonesia susah mengadakan acara festival jazz yang melebar-lebar seperti ini.

– Tapi perlu Anda ketahui bahwa kamu semua yang tidak disebut sebagai orang jazz ini sesungguhnya bukan sekadar pecinta jazz, tapi juga pelaku-pelaku jazz di wilayah yang mungkin berbeda. Produknya juga berbeda dengan Anda, tapi kami melakukan watak yang sama, karakter yang sama, yaitu ijtihad.

– Tentang angka 7, Tuhan dramatis saja seolah-olah 7 penting. Padahal 9 ya penting, 11 ya penting, 17 ya penting. Semua penting. Misal kalau bapak kita meninggal, kita mengadakan 7 harian. Saya ditanya apakah boleh atau tidak mengadakan 7 harian ? Saya jawab, jangankan 7 harian, tiap hari juga boleh tahlilan, asal jangan kemudian diniati sebagai ibadah mahdloh.

– Sekarang saya tanya kepada Zainul, dalam eksporasi dunia qiro’ah itu kenapa ada 7? Di dalam dunia tilawatil Quran,” jawab Mas Zainul, “ada 7 nama lagu. Ada bayati, hijaz, shoba, ros, jiharkah, syika, dan nahawan.     Pernahkah ada forum di dunia di mana 7-nya Mas Beben, 7 modes tadi, di dalam satu pemahaman qiro’ah sab’ah selain di Kenduri Cinta?

” Ya Allah, dunia menjadi bagian dari akhirat. Selama ini kan akhirat jadi sampingannya dunia ”

– Anda tidak bisa menyatu dengan Allah tanpa terlebih dahuu menyatu dengan makhluk-makhluk Allah. Jazz di benua tertentu, qiro’ah di benua lain, malam ini dipertemukan oleh Allah, disaksikan oleh Sunan Drajat. Sunan Kalijaga keliling-keliling.

– Allah mengubah hidup Anda karena Anda sudah mengubah hidup Anda juga.Anda sudah mengubah,mematangkan cara berpikir dan cara bersikap Anda. Anda akan menjadi utusan-utusan Allah yang diberi fasilitas oleh Allah selengkap-lengkapnya.

– Jaminan kepada keluarga Anda, jaminan kepada masa depan Anda, anak-cucu Anda, karena Anda sudah mengubah diri Anda melalui KC. Mari mnyerahkan sluruh dunia yg kita urus kpda Allah,smoga Allah mnilainya dgn kbaikan&mmbalasnya dengan kemuliaan,&Barokah bagi Anda semua.

By ”  KYAI KANJENG”  @MHAinunNajib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: