2013/04/21

Filosofi Angka 7 antara Jazz dan Langit

by singalodaya

Semoga bacaaan di bawah ini bisa bisa men-suwung-kan ( mengosongkan ) kita dari eksistensi ke-aku-an dan keegoisan kita – tanpa mengurangi rasa hormat kepada Beliau, saya repost di sini – twitter @azwarvanjava

“Filosofi Jazz Diantara Angka 7 Dan Langit”

Bismillah….

– Bahas tentang “JAZZ” sepertinya Asyik. Mengulas sedikit apa yg disampaikan oleh Mas beben Dan Mbak Inna Kamarie di Mocofat Syafaat.jazz itu ‘mengalir’,bukan ‘aliran’.Dan dia tidak terbatas hnya dlm dunia musik,tetapi juga dalam bentuk2 proses kehidupan yg kita jalani.

– Orang Jawa punya beberapa kata baik yang mengandung unsur tujuh (atau pitu dalam Bahasa Jawa),pitulungan, pituduh. Lalu kita menyebut wujud kesepakatan kita dengan kata ‘setuju’, bukan sepuluh atau yang lain.Juga orang Betawi punya tokoh pahlawan yang namanya Si Pitung.Tak hanya di Indonesia.Kita mengenal ada seven wonders,seven habits.Lalu sekarang juga marak kebiasaan nongkrong anak2 muda diSeven Eleven.

– Al-Fatihah terdiri dari tujuh butir ayat. Sebelum sampai pada tujuh, kita harus terlebih dulu mengenal enam.Enam itu masa.Enam itu akhir.Kalau misalnya rumah kita bernomor 6, kmngkinan akan lama tinggal di rumah itu, bhkan mungkin akan setrusnya.

– Allah sendiri menceriterakan penciptaan langit dalam enam masa. Al-Quran berakhir pada surah ke-114 (1+1+4=6).Nama-nama Nabi yang diperkenalkan kepada kita ada 25; 2+5=7. Tujuh ini angkanya Nabi Muhammad.

– Thoriqoh Syadziliyah mengatakan bahwa Nabi Muhammad itu pembuka dari yang tertutup dan penutup dari yang masa lalu.Nabi Muhammad berkedudukan sebagai penutup sekaligus pembuka.

– Kembali ke langit. Di dalam Al-Quran langit disebut berpasangan dengan bumi, sammawati wal ardl.
MHAinunNajib 2 days agoBumi disebut dalam bentuk kata tunggal, sementara langit disebut dalam kata jamak; menujukkan bahwa dia berlapis-lapis.

– Jazz itu musik yang memerdekakan. Lalu kenapa mesti belajar? Supaya kita makin tahu apa yang kita mau.Ada orang yang inginnya musik seperti ini, tapi tidak bisa mewujudkannya karena kurang secara keilmuan.Di situlah pentingnya belajar; supaya apa yang dia inginkan sesuai dengan refleksikan.Orang yang makin bisa hidup menjadi diri sendiri, hidup sesuai yang dia pilih. Bukan hidup yang memilih dia.

“Kalau kita punya kesempatan seperti itu, berbahagialah” Continue reading

2013/04/20

Pesan Pesan Imam Ghozali

by singalodaya

Pesan Pesan Imam Ghozali

Imam Al-Ghazali terkenal sebagai ulama besar yang tekun mempelajari ilmu tasawwuf di akhir hidupnya dan karya besarnya berjudul Ihya Ulumuddin menerangkan fadilah dari pada  sifat-sifat tawadlu dalam hidup manusia. Iman Al Ghazali bertanyakan enam soalan kepada muridnya untuk mendapatkan pandangan mereka dan soalan penting itu ialah:

1 Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”.

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman dan kerabatnya.

Imam Ghazali menjelaskan semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya.” (Surah Ali Imran 185)

2 Lalu Imam Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. ” Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”

Murid-muridnya ada yang menjawab negara China, bulan, matahari dan bintang-bintang. Lalu

Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Continue reading

2011/03/27

Bersyukur dan Bahagia

by singalodaya

Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.

Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh. Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”

Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian. Continue reading

Tags:
2011/03/21

Dedaunan yang Berguguran

by singalodaya

Dedaunan yang Berguguran

Barangkali kematian yang paling sulit kita terima adalah kematian dari seorang anak. Pada beberapa kesempatan saya pernah diberi kehormatan untuk memimpin upacara pemakaman bagi seorang anak laki-laki atau perempuan, seseorang yang belum lama mengecap pahit manisnya kehidupan. Tugas saya adalah membantu menuntun orang tua yang sedang putus asa, dan juga anggota keluarga yang lainnya, mengatasi siksaan rasa bersalah dan tuntutan obsesif atas jawaban dari pertanyaan, “Mengapa?”

Saya sering menceritakan kisah perumpamaan berikut ini, yang dikisahkan kepada saya beberapa tahun silam di Thailand.

Seorang bhikkhu hutan yang sederhana tengah bermeditasi sendirian di sebuah pondok jerami di tengah hutan. Pada suatu larut malam, terjadilah badai musim hujan yang garang. Angin menderu-deru bagaikan suara mesin jet dan hujan yang deras menerpa pondoknya. Semakin malam beranjak pekat, badai makin bertambah liar. Mula-mula, dahan-dahan pohon terdengar tercerabut dari batangnya. Lalu seluruh bagian pohon terengut oleh angin ribut dan dihempaskan ke tanah dengan suara sekeras guntur.

Sang bhikkhu segera sadar bahwa pondok jeraminya tak akan sanggup melindunginya. Jika sebuah pohon tumbang menimpa pondoknya, atau meskipun cuma sebuah dahan besar, pondoknya akan rata dengan tanah dan meremukkannya sampai mati. Dia tidak tidur sepanjang malam. Seringkali sepanjang malam itu, dia seolah-olah mendengar para raksasa hutan mendobrak ke permukaan tanah dan hatinya berdegup untuk sesaat. Continue reading

2010/06/16

Tempat Layak untuk Bertemu Sang Pencipta

by singalodaya

Seorang warga negara asing yang baru bertugas di Indonesia sempat terheran-heran setiap dia parkir di basement kantornya dia melihat sebuah ruangan yang didalamnya ada orang sedang beridiri, ada yang duduk, ada yang sedang berbaris. Hal yang sama dia temukan di tempat parkir dibanyak mal-mal di Jakarta. Karena penasaran dia bertanya dengan temannya yang telah lama bertugas di Indonesia. Dia sangat kaget waktu diberitahu bahwa ruangan itu adalah tempat ibadah (musholla) dan orang didalamnya sedang sholat. Dan lebih terkejut waktu dia tahu tidak ada tempat sholat di kantornya selain di basement tadi. Dan ketika rapat dikantornya dia menyinggung masalah ini. Dan dia berkata. Bagaimana anda bisa bekerja dengan baik untuk bertemu dengan klien kita, jika untuk bertemu dengan Tuhan saja anda tidak pernah memikirkan tempat yang layak?

Bukankah seharusnya tempat ibadah menjadi prioritas kita di kantor ini? Mulai saat ini ruangan tempat kita rapat akan kita jadikan tempat anda untuk bertemu dengan Tuhan anda! Continue reading

Tags: ,
2010/06/06

Bergaullah dengan Tulus, Tidak Egois

by singalodaya

Tidak dapat dipungkiri, bahwa pergaulan yang sukses, adalah bagaimana Anda bisa ‘mempresentasikan’ diri Anda di dalamnya. Karena itu kita tidak boleh lupa bahwa orang yang kita ajak bicara, juga butuh diberi kenyamanan. Sudah satu jam lebih Sully mendengarkan celotehan Andri, staf marketing baru di kantornya. Andri yang berpenampilan lumayan dan pembawaannya menyenangkan memang tak sulit memancing orang untuk mendekati dan mengobrol dengannya. Sepanjang percakapan dengan Sully, Andri tampak bersemangat dan terus berceloteh.

Apa komentar Sully setelah itu. “Awalnya, dia memang seperti orang yang menyenangkan diajak mengobrol. Tapi kalau sudah berbincang dengannya, kamu akan sadar kalau dirimu hanya dijadikan obyek kesombongan,” keluhnya.

Apakah yang dibicarakan Andri semua tentang kehebatannya? “Ternyata tidak, hanya saja ia merasa bahwa ceritanya adalah yang paling menarik. Dia tidak pernah berpikir bahwa orang lain, si pendengar, perlu diposisikan sebagai orang yang juga butuh diberi kenyamanan. Sungguh, setelah lima belas menit mendengar celotehannya, yang kupikirkan adalah ingin secepatnya pergi dari situ!” ujar Sully.

Anda punya banyak teman, aktif dalam pergaulan?

Siapapun tak bisa memungkiri bahwa kunci sukses berkecimpung dalam pergaulan adalah bagaimana Anda bisa ‘mempresentasikan’ diri Anda di dalamnya. Presentasi di sini jangan disalah artikan. Karena ini bukan sekadar bagaimana cara Anda berpenampilan, tapi juga, yang terpenting, adalah bagaimana cara Anda bertukar pikiran. Richard Carlson, Ph.D. mengatakan dalam bukunya yang berjudul Don’t Sweat the Small Stuff bahwa seringkali seorang ‘pembicara’ yang aktif melupakan batas toleransi kenyamanan pendengar.

Kenapa bisa begitu? “Karena mereka (pembicara) hanya melulu memikirkan bagaimana supaya dirinya terlihat hebat, punya daya tarik dan mampu membuat orang lain terdiam,” kata Carlson. Ego untuk bisa seperti itu begitu menguasainya, sehingga ia lupa, bahwa tolak ukur keberhasilan seorang pembicara adalah juga bila si pendengar merasa happy dan nyaman setelah berbincang dengannya. Continue reading

2010/06/06

Ingatlah 17 hal

by singalodaya

1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya.

2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: “saya pasti tdk mampu”, “saya tdk bisa”, dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: “saya bisa, pasti ada jalan keluarnya” dan lain lain.
3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik – baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).

4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.

5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.

6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!

8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.

9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Continue reading