Renungkanlah..!!!!

by singalodaya

Alkisah ibunda suwardi sryaningrat (ki hajar dewantara) sedang bermain bersama anaknya ke Candi Borobudur

” Anakku suwardi, lihatlah stupa di puncak candi itu. manis dan indah bukan? tetapi ketahuilah wardi, bahwa stupa itu tak kan berada di puncak candi jikalau tidak ada batu-batu dasar yang mendungkungnya. itulah ibaratnya rakyat jelata, itulah gambaran para budak dan hamba sahaya para raja. oleh sebab itu, jikalau Tuhan memang mentakdirkan dirimu menjadi raja, janganlah kau lupa kepada rakyat jelata yang menaikkan dirimu ke atas puncak dari segala pincak kemegahan kerajaan warisan enek moyangmu. cintailah dan hargailah sesamamu, terutama rakyatmu yang menderita dan memerlukan uluran tanganmu”

Tampak nya Bapa Penddikan kita ini sangat memahami dan meresapi benar nasehat yang diberikan oleh sang ibu, setelah tahun demi tahun berlalu, Raden Suwardi akan diangkat menjadi Sri Paku Alam III, tetapi karena beliau melihat keretakan hubungan keluarga karena perebutan tahta, Raden Suwardi lebih memilih mengundurkan diri dari pencalonan raja. Maka bertuturlah Raden Suwardi kepada ayah bundanya.

“Ayah dan bunda, mohon ampun bila keputusan sahaya tak sesuai dengan keinginan ayah-bunda. namun demi pertimbangan kemanusiaan: sahaya berkeberatan untuk menerima mahkota dan singgasana kerajaan”
“Bagi sahaya tidaklah penting siapa yang duduk di atasa singgasana dan menjadi raja, sebab kunci pelepas kesengsaraan kaum pribumi, yaitu seluruh bangsa kita tidak terletak pada soal: siapa yang menjadi raja. namun jawaban atas satu pertanyaan: siapakah yang mau berjuang membebaskan bangsa kita dari penjajahan belanda”

Walaupun tidak menjadi raja, Raden Suwardi Suryaningrat yang berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara tidak pernah berhenti berjuang. beliau mengabdi untuk bangsanya melalui jalan pendidikan, beliau mendirikan sekolah taman siswa. yang menjadikan rakyat Indonesia mempunyai pemikiran-pemikiran jernih pada saat itu.

Buat para BFers, walau kita bukan presiden, menteri, gubernur, atau pejabat-pejabat lainnya, bukan berarti kita berhenti berjuang, kita harus terus berjuang demi seluruh saudara-saudara kita. jika para petinggi bangsa kita loyo, kita haru stetap kuat membela tanah air ini dengan niat yang tulus dan baik.

Perjuangan para pendiri BF, patut kita teruskan denga memberikan postingan2 yang bermanfaat, yah… saya memang bukan apa-apa, tapi saya mencintai bangsa ini, dan saya akan berjuang untuk bangsa ini walaupun perjuangan saya kecil manfaatnya.

“Raihlah kebahagiaan bersama dengan niat yang baik dan semangat juang”

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: