ASAL-USUL

Rame ing gawe Sepi ing pamrih

Penderitaan Batin Dewi Kunti

Cerita tentang kehadiran dua raksasa sakti di Astina pura dengan cepat menyebar ke seluruh pelosok daerah, bahkan sampai keluar kerajaan Astina Pura. Berita itu lambat laun terdengar juga di Bumi Indraprasta hingga ke Istana kerajaan kecil yang dihuni oleh Pandawa….Berita itu dengan cepat menjadi pembicaraan hangat diantara semua prajurit, perwira, senopati, dan semua raja atau pangeran yang saat ini berpihak kepada Pendawa. Tampak kekhawatiran dimana-mana, harapan yang semula cukup besar untuk menang apabila terjadi peperangan dengan Kurawa kini mulai menipis, setiap orang menceritakan dengan rasa takut, terutama cerita bagaimana Kalanjaya mengalahkan Kurawa hanya dengan sebuah tiupan angin. Pastilah itu belum semua kesaktian yang dimiliki oleh keduanya.

Semua orang saat ini sedang bingung megatasi masalah ini, belum perang sudah merasa kalah…

Dewi Kunti tahu akan kehadiran Kalanjaya dan Kalantaka menjadi resah
Berita besar itu tidak luput dari telinga Dewi Kunti, Ibu para Pandawa, hal itu membuatnya risau… ia sebagai seorang ibu selalu menginginkan agar semua anaknya dapat hidup mulia dan sejahtera… setelah sekian lama hidup di hutan Amarta sudah bulatlah tekadnya untuk meminta dan mengambil hak anak-anaknya atas negeri Astina pura yang seharusnya adalah milik Pandawa, sesuai dengan janji Dastarata yang akan memberika tahta kepada Yudistira anaknya apabila ia telah dewasa nantinya…. Apabila dengan cara halus tidak berhasil, dan ia yakin Prabu Suyudana sepupu anak-anaknya itu tidak akan memberikan sedikitpun wilayah kerajaan Astina kepada Pandawa apabila diminta dengan cara halus, maka mau tidak mau harus dengan cara kasar. Namun hal itu berarti akan terjadi peperangan yang sangat hebat mengingat jumlah Kurawa amat banyak dan pembela di pihaknya juga tidak sedikit, sementara dari Pihak Pendawa walaupun ia yakin anak-anaknya cukup kuat untuk melawan akan tetapi apabila jumlahnya kalah besar dan kalah kuat akan sama saja dengan bunuh diri.

“Apa yang harus diperbuat sekarang…. Suyudana pasti tidak akan menyerahkan kembali tahta atau wilayahnya kepada anakku Yudistira, kecuali bila mereka semua sudah dikalahkan dan ditaklukkan dalam peperangan…..! Renung Dewi Kunti dalam hati. “Sedangkan kini …mereka …para Kurawa itu sudah mendapatkan andalan baru yang kabarnya begitu hebat….. Mungkinkah putra-putraku akan sanggup menghadapi mereka? … Bila para Kurawa itu dibantu oleh dua raksasa sakti itu? Read the rest of this entry »

Filed under: wayang,

Dan Langit Pun Menangis

Sinopsis : Musuh terkuat adalah diri sendiri, yang selalu mengintai dan mempertanyakan tentang masa lalu dan masa depan. Bahkan Seorang pria yang disebut-sebut lelanang ing jagad (lelakinya dunia) pun bisa menjadi lemah dan tak berdaya. Di Kurusetra, disaksikan jutaan pasang mata, haruskah Arjuna takluk di tangan Karna? Atau haruskah ia menaklukkan Karna dengan segenap upayanya? Sementara untuk menaklukkan dirinya sendiri pun ia tak sanggup.

Padang luas itu masih mengepulkan sisa-sisa asap pertempuran. Bau darah yang anyir membekas kuat, seakan mengingatkan hadirnya mayat bergelimpangan yang memenuhi tempat itu. Senjata, pedang berbagai ukuran, anak-anak panah yang telah patah, topi-topi prajurit berserakan, meminta dikembalikan kepada tuan-tuan mereka, baik yang telah memperoleh kemenangan maupun yang tinggal kenangan. Mati diterjang ujung senjata lawan.

Sosok itu berdiri mematung di sisa-sisa senja. Wajahnya dingin dan tak perduli. Panca inderanya sudah mati. Ya, sudah mati! Betapa tidak? Anak lelaki kebanggaannya, yang paling ia harapkan menjadi penerusnya, kini harus bernasib sama dengan onggokan tulang belulang di Kurusetra. Tubuhnya yang gagah, hancur diterjang puluhan panah yang mengantar lelaki muda itu menemui penciptanya.

Arjuna masih mematung. Sungguh, ia benar-benar telah kehabisan air mata untuk mengungkapkan kesedihannya. Perang ini tidak pernah ia kehendaki. Lelaki itu masih lebih memilih menjadi pengelana hutan daripada kehilangan semua anak-anaknya.Anak-anak dari berbagai ibu, yang bahkan banyak di antara mereka yang tak pernah merasakan asuhannya, tiba-tiba datang dan menyatakan ingin membantu Pandawa memenangkan perang.

Masih segar dalam ingatan Arjuna masa kecil yang terpatri begitu dalam di hati dan benaknya. Itulah kebahagiaan sempurna yang bisa didapat seorang anak tanpa ayah, dengan status putra raja yang tak kunjung diberikan.
Read the rest of this entry »

Filed under: Renungan, wayang,

Pandu Papa

Di balairung negeri Astina, raja Pandu sedang memperbincnagkan rencananya hendak berburu. Patih Jayayitna dan para pembantunya lalu bersiap-siap. Kepada patih Samarasanta raja Pandu memerintahkan supaya merubah tata hias istana Astina, disesuaikan dengan tata hias Endrabawana. Kedua patih menyatakan kesanggupannya. Pandu lalu kembali ke Astina.

Setibanya di dalam istana, Pandu lalu duduk bersama kedua permaisurinya yakni Dewi Kunti dan Dewi Madrim. Setelah menjelaskan apa yang diperintahkan kepada kedua patihnya, Pandu lalu masuk ke dalam pemujaan.

Di luar, yakni di paseban, kedua patih Astina membagi tugas. Patih Jayayitma mempersiapkan segala keperluan untuk berburu ke hutan. Sedangkan patih Smarasanta memerintahkan Arya Sakata untuk melakukan segala persipan dalam tugasnya merubah tata hias istana Astina.

Tersebutlah di bukit Mestri, Resi Metreya baru saja selesai bersemedi. Ia mendapat anugerah dewata berupa mantra yang dapat mendatangkan apa saja yang ia minta. Melihat istrinya yang tampak sedih karena melaratnya, resi Metreya menghibur, agar tidak bersedih karena sudah ada isyarat yang dapat menghilangkan kesedian. Akan tetapi ternyata yang diminta oleh Endang Basusi, demikian nama istri Resi Metreya, bukanlah harta, melainkan agar dirinya yang sudah tampak tua lagi jelek, dapat berubah menjadi muda kembali serta cantik jelita. Keinginannya dikabulkan. Endang Basusi menjadi wanita mudalagi sangat cantik parasnya. Hal ini menjadikan dirinya menjadi sangat terkenal sehingga banyak sekali orang laki-laki yang datang melihatnya, dan tidak jarang di antara mereka yang datang itu menggodanya. Tentu saja hal itu membuat resi Metreya cemburu. Bagi Endang Basusi sendiri pun hal itu tidak menyenangkan. Resi Metreya lalu mengucapkan mantranya agar istrinya kembali menjadi jelek. Demikian jeleknya hasil mantra resi Metreya, karena istrinya menjadi mirip seekor anjing. Manusia mirip anjing ini pun menjadi tontonan orang. Hal ini membuat Endang Basusi beserta Metreya sangat malu. Mantranya hanya tinggal sekali lagi saja dapat ia pakai. Resi Metreya lalu mengucapkan mantranya, dengan permohonan agar istrinya kembali ke rupa asalnya semula. Kedua suami istri itu mohon ampun kepada dewa, dan akhirnya mendapat anugerah lagi, yakni mantra yang dapat merubah sesuatu benda menjadi emas. Dengan emas hasil mantra itu kehidupan Resi Metreya dapat tertolong. Dari kehidupan yang sangat melarat nberubah menjadi kecukupan. Read the rest of this entry »

Filed under: wayang,

Dewa Ruci

Arya Sena / werkudara berguru kepada Dahyang Durna. Ia disuruh menceri tirtamarta untuk mensucikan dirinya. Ia meminta diri kepada saudara-saudaranya, meskipun mereka menahan agar sena tidak berangkat, namun ia berangkat juga. Tidak ada yang menemaninya, kecuali angin ribut. Ia minta diri kepada Dahyang durna, yang diberi nasehat bila ia mendapatkan air itu maka akan mempunyai pengetahuan yang sempurna, menonjol di dunia dan akan melindungi orang tuanya yang dihormati karena dirinya. Dikatakan oleh dahyang durna air itu ada di hutan Tikbrasara, di gadamadana pada lereng gunung Candramuka. Suyudana (pura-pura) menahan kepergian Werkudara, namun Werkudara berangkat juga.

Setelah sampai di gunung Candramuka, dibongkarnya gunung itu namun ia tidak mendapatkan iar yang dicari, tetapi bertemu dengan raksasa Rukmuka dan rukmalkala, yang ketika melihat Werkudara amat marah sehingga kelihatan seperti Batara Berawa yang akan menggempur bumi. Werkudara membanting kedua raksasa itu di batu hingga hancur luluh. Tiba-tiba muncul Hyang Indra dan Hyang Bayu yang menyatakan terima kasih kepada Werkudara karena telah meruwatnya. Mereka kena tulah Hyang Pramesti sehingga berupa raksasa. Ia mendengar suara dari Hyang Indra dan Bayu) yang memberitahukan bahwa iar kehidupan itu memang ada tetapi tempatnya bukan di gunung Candramuka. Ia disuruh minta penjelasan kepada dahyang Durna lagi.

Ketika kembali ke Astina dahyang durna mengatakan bahwa ia hanya diuji keteguhan hatinya dan baktinya kepad agurunya, lalu diberitahu bahwa iar itu ada di pusat samudra.

Sebelum berangkat lagi ia lebih dahulu pergi ke Amarta. Ia menolak permintaan saudara-saudaranya agar mngurungkan niatnya dan ia segera berangkat. Setelah sampai di pinggir samudera lalu terjun ke laut. Ia ingat bahwa mempunyai Aji Jalasengara. Ia bertemu dengan seekor naga besar yang membelitnya, naga itu ditusuk dengan kuku Pancanaka hingga tewas. Read the rest of this entry »

Filed under: wayang,

Asal-usul Pandawa (2)

SEBELUM MAHABHARATA II


Lanjutan Kisah Prabu Jayati

Resi Sukra menjawab : Wahai paduka yang mulia, Maha Raja Jayati, “Kutuk Pastu” itu tidak bisa dibatalkan, kecuali bila ada seseorang yang bersedia untuk menukar ketuaanmu dengan kemudaannya.

Sang Prabu menjadi remuk redam semua perasaan menyatu didalam dirinya, rasa cemas, ngeri dan hina. Ia masih menginginkan kemewahan, kemegahan terutama keberahian. Maka dia pergi ke semua salon kecantikan dikerajaannya, mulai dari Bekasi sampai ke Condet semua dukun kecantikan didatanginya. Segala treatment dicoba mulai dari Janson Beckett’s anti-wringkle cream sampai ke Clinique anti-aging cream dipakainya, demikian juga semua pil kuat diminumnya mulai dari pilsener sampai ke pilkada dicobanya. Namun semuanya sia-sia belaka. Akhirnya ia memutuskan untuk memanggil kelima anak laki-lakinya untuk dimintai tolong, katanya:

Hai anak-anakku, aku masih ingin kekuasaan, kemegahan, kemudaan, keberahian, karena itu salah satu dari kalian harus memikul penderitaanku dengan cara mengambil ketuaanku dan memberikan keremajaanmu kepadaku. Read the rest of this entry »

Filed under: wayang, ,

Asal-usul pandawa (1)

SEBELUM MAHABHARATA

Kisah Prabu Jayati

Siapa sih sesungguhnya nenek moyang Pandawa dan Kurawa itu ?
Versi ceritanya dalam dunia pewayangan cukup banyak, tapi supaya tidak bingung kita gunakan hanya versi Mahabharata saja.

Cikal bakal nenek moyang Pandawa dan Kurawa adalah Prabu Nahusa dan Sang Prabu ini mempunyai seorang putra bernama Prabu Jayati. Jayati adalah seorang satria yang soleh, tampan dan sakti, memerintah Hastinapura dengan adil, membawa kemakmuran dinegaranya. Permaisurinya bernama Dewayani, putri dari pendeta Resi Sukra.

Dewayani mempunyai seorang dayang yang sangat cantik, sexy dan genit bernama Sarmista membuat semua cowok menelan liur setiap kali berpapasan dengannya apalagi kena kerlingan mata dan lemparan senyumnya, tidak jarang membuat senjata mereka siap tempur dalam kondisi siaga empat. Read the rest of this entry »

Filed under: wayang, ,

PUNTADEWA

PUNTADEWA
Manusia tidak bermusuh

Puntadewa adalah anak sulung Prabu Pandu Dewanata, seorang Raja Astinapura. yang lahir dari Dewi Kunthi Talibrata. Dari ibu yang sama ia mempunyai dua adik laki-laki, yaitu Bimasena dan Harjuna. Sedangkan dari Dewi Madrim ibu yang lain, Puntadewa mempunyai saudara laki-laki kembar, bernama Pinten dan Tansen. Kelima anak laki-laki Pandu Dewanata lebih dikenal dengan sebutan Pandhawa Lima. Selain berayah Pandudewanata, Puntadewa dikenal juga sebagai anak Dewa pendarma, yang bernama Bathara Dharma.

Pada umumnya Puntadewa dianggap tokoh baik, berwatak putih suci, berbudi halus, sabar, berbelas kasih, setia, tidak mau mengecewakan orang lain, dan tulus ikhlas memberikan kepunyaannya kepada orang lain yang membutuhkan. Bahkan istrinya sekali pun jika diminta, akan diberikan. Karena perilaku yang teramat baik itulah, Puntadewa disebut sebagai manusia sempurna berdarah putih, atau manusia Ajatasatru, artinya manusia yang tidak mempunyai musuh.

Sebagai anak sulung, Puntadewa dipersiapkan menjadi raja. Namun sayang, Pandu Dewanata wafat ketika ke lima anak-anaknya masih kecil, sehingga untuk sementara negara Astinapura di titipkan kepada kakak Pandu yang bernama Destarasta, dengan janji bahwa nanti setelah Pandawa dewasa Kerajaan Astinapura akan diserahkan kepada Puntadewa. Namun janji tersebut tidak pernah ditepati. Buktinya, setelah Puntadewa dan ke empat adiknya dewasa, para kurawa yang didalangi Patih Sengkuni mencoba membunuh mereka dengan cara menjebaknya dalam sebuah rumah dan membakarnya hidup-hidup. Peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan “Bale Sigala-gala.” Setelah tragedi berlalu, diantara puing-puing reruntuhan, didapatkan enam jenasah yang hangus terbakar, dan itu diyakini bahwa mereka adalah Kunthi Puntadewa dan ke empat adiknya. Dengan demikian tahta Hastina sudah aman dari pewarisnya. Maka segeralah Duryudana, anak sulung Prabu Destarastra naik tahta menjadi Raja Hastinapura. Read the rest of this entry »

Filed under: wayang,

Tulis alamat email anda untuk menerima postingan baru dari blog ini

Join 6 other followers

Arsip

Blog Stats

  • 50,314 hits

Blog reviews

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com

RSS tips and tricks

tanggapan

Irfan Nursalim on asal-usul Pattimura
Joel Luiz Haliwela on asal-usul Pattimura
eko on Nama-nama raja Tanah Jawa
amirah tsara on Asal-usul Majapahit
nana sugriana on Asal-usul Majapahit
Yazli bin Yis on Nama-nama raja Tanah Jawa
gersang padang sapan… on Sejarah Candi-Candi Di In…
Amak Alaudin on CAROK
amaksantrisalaf on CAROK
ki bagus sawung kism… on JODOH LEWAT MIMPI

singalodaya


sucining jiwo kanti lelaku makaryo nerimo dening Gusti murbeng dumadi

Alexa Traffic

Review http://www.singalodaya.wordpress.com on alexa.com

Hosting Unlimited Untuk Anda

RSS Artikel Desain dan dekorasi Rumah

  • Integral Group Oakland, CA Office Earns Platinum LEED(R)
    San Francisco, CA (PRWEB) May 22, 2012 Today, during a plaque ceremony in Oakland, CA, Integral Group, Founder & CEO, Kevin Hydes and Managing Director, Peter Rumsey, alongside BuildingWise Founder, Barry Giles announced their achievement of earning the worlds highest-ever U.S. Green Building Councils (USGBC) Leadership in Energy and Environmental Design […]
  • Home Improvement Loan – Renovate Home at Low Cost Finance
    You bought or build a home long time back and now it regularly requires improvements like repairing some damages. Home improvement is not limited to repairing works but instead adding a story to the home, enlarging space, building more rooms; modernizing kitchen etc works are also included. So the expenses towards making home a more [...]
  • Academy of Art University Students Complete Design for NASA
    San Francisco, California (PRWEB) May 22, 2012 This semester, Academy of Art University Industrial Design students collaborated with NASA’s Ames Research Center, Moffett Field, Calif., to design a user interface to enable future astronauts to remotely operate a robot on the moon. The project was so successful that three of the students will continue wo […]

RSS Artikel bisnis dan marketing

Bikin blog dapet duit

Text Link Ads

RSS EastJava’s Blog

  • The Connection Between Blogs and Dating
    What do online dating and blogging have to do with each other? At first blush it may not seem like much, but dating blogs are becoming an increasingly popular feature on online dating websites. Blogs, or online journals, can be … Continue reading →
  • The Benefits of Free Online Dating for Single Parents
    Getting involved in the dating world can be a challenge for some single parents. To begin with, the hectic schedule and responsibilities of having children restrict many parents’ abilities and desire to go out and meet new people. The financial … Continue reading →
  • The Changing Face of Online Dating
    When online dating first began to enter into the social consciousness, it became known as a last ditch effort for lonely unfortunates, who had no other way to meet people. Comedy skits like the “Lowered Expectations” routine by MAD TV … Continue reading →

RSS inframundos healthy

pengunjung

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.