Cerita tentang kehadiran dua raksasa sakti di Astina pura dengan cepat menyebar ke seluruh pelosok daerah, bahkan sampai keluar kerajaan Astina Pura. Berita itu lambat laun terdengar juga di Bumi Indraprasta hingga ke Istana kerajaan kecil yang dihuni oleh Pandawa….Berita itu dengan cepat menjadi pembicaraan hangat diantara semua prajurit, perwira, senopati, dan semua raja atau pangeran yang saat ini berpihak kepada Pendawa. Tampak kekhawatiran dimana-mana, harapan yang semula cukup besar untuk menang apabila terjadi peperangan dengan Kurawa kini mulai menipis, setiap orang menceritakan dengan rasa takut, terutama cerita bagaimana Kalanjaya mengalahkan Kurawa hanya dengan sebuah tiupan angin. Pastilah itu belum semua kesaktian yang dimiliki oleh keduanya.
Semua orang saat ini sedang bingung megatasi masalah ini, belum perang sudah merasa kalah…
Dewi Kunti tahu akan kehadiran Kalanjaya dan Kalantaka menjadi resah
Berita besar itu tidak luput dari telinga Dewi Kunti, Ibu para Pandawa, hal itu membuatnya risau… ia sebagai seorang ibu selalu menginginkan agar semua anaknya dapat hidup mulia dan sejahtera… setelah sekian lama hidup di hutan Amarta sudah bulatlah tekadnya untuk meminta dan mengambil hak anak-anaknya atas negeri Astina pura yang seharusnya adalah milik Pandawa, sesuai dengan janji Dastarata yang akan memberika tahta kepada Yudistira anaknya apabila ia telah dewasa nantinya…. Apabila dengan cara halus tidak berhasil, dan ia yakin Prabu Suyudana sepupu anak-anaknya itu tidak akan memberikan sedikitpun wilayah kerajaan Astina kepada Pandawa apabila diminta dengan cara halus, maka mau tidak mau harus dengan cara kasar. Namun hal itu berarti akan terjadi peperangan yang sangat hebat mengingat jumlah Kurawa amat banyak dan pembela di pihaknya juga tidak sedikit, sementara dari Pihak Pendawa walaupun ia yakin anak-anaknya cukup kuat untuk melawan akan tetapi apabila jumlahnya kalah besar dan kalah kuat akan sama saja dengan bunuh diri.
“Apa yang harus diperbuat sekarang…. Suyudana pasti tidak akan menyerahkan kembali tahta atau wilayahnya kepada anakku Yudistira, kecuali bila mereka semua sudah dikalahkan dan ditaklukkan dalam peperangan…..! Renung Dewi Kunti dalam hati. “Sedangkan kini …mereka …para Kurawa itu sudah mendapatkan andalan baru yang kabarnya begitu hebat….. Mungkinkah putra-putraku akan sanggup menghadapi mereka? … Bila para Kurawa itu dibantu oleh dua raksasa sakti itu? Read the rest of this entry »
Filed under: wayang, cerita wayang






tanggapan