ASAL-USUL

Rame ing gawe Sepi ing pamrih

Drupadi

SIAPAKAH yang mendengar suara Drupadi ketika ia diseret pada rambutnya yang panjang ke balairung perjudian itu? Semua. Semua mendengar. Tapi tak ada yang menolongnya. Yudhistira, suaminya, yang telah kalah dalam pertaruhan, membisu. Juga Arjuna. Juga Nakula dan Sadewa. Hanya Bima yang menggeratakkan gerahamnya dalam rasa marah yang tertahan, hanya Bima yang berbisik, bahwa Yudhistira telah berbuat berlebihan, karena bahkan pelacur pun tak dipertaruhkan dalam pertandingan dadu. ”Ketika kau jadikan kami, adik-adikmu, barang taruhan, aku diam, karena kau, kakak sulung, adalah tetua kami. Kami bahkan rela jadi budak ketika kau kalah. Ketika kau jadikan dirimu sendiri barang pembayaran, kami juga diam, karena kau sendirilah yang menanggungnya. Tapi apa hakmu mengorbankan Drupadi di tempat ini? Apa hakmu, Kakakku?” Yudhistira membisu. Semua hanya menyimak, juga para pangeran di arena itu, juga Baginda Destarastra yang—dalam gelap matanya yang buta—toh pasti mendengar, dan menyaksikan, malapetaka yang tengah terjadi: para Pandawa telah menerima tantangan berjudi para Kurawa, dan Yudhistira yang lurus hati itu dengan mudah kalah, oleh Sangkuni yang pintar, sampai milik penghabisan. Harta telah ludes. Kerajaan telah terambil. Adik-adiknya telah tersita. Juga dirinya sendiri, yang kini duduk bukan lagi sebagai orang merdeka. Lalu Drupadi, putri dari Kerajaan Pancala yang terhormat itu…. Bersalah apakah wanita ini, kecuali bahwa ia kebetulan dipersunting putra Pandu? Dursasana, yang matanya memerah saga oleh mabuk, oleh kemenangan dan berahi, menyeretnya pada rambut. ”Budak!” seru bangsawan Kurawa itu seraya mencoba merenggutkan kain Drupadi. ”Hayo, layani aku, budak!” Suara tertawa—kasar dan aneh karena gugup—terdengar di antara hadirin. Sangkuni ketawa. Duryudana ketawa. Karna ketawa. Bima, mendidih sampai ke ruas jantungnya, gemetar, mencoba menahan katup amarah, menyaksikan adegan kemenangan dan penghinaan itu. Api seperti memercik dari wajahnya, dan tinjunya yang kukuh mengencang di ujung lengan, tapi Arjuna menahannya. ”Apa boleh buat, Bima,” kata kesatria tengah Pandawa ini, ”merekalah yang menang, mereka tak menipu, dan Yudhistira tahu itu—perjudian ini juga sejak mula tak ditolaknya.” ”Baiklah, baiklah,” sahut Bima. ”Jangan tegur aku lagi. Tapi dengarlah sumpahku” (dan ia tiba-tiba berdiri, mengeraskan suaranya hingga terdengar ke segala penjuru). ”Hai, kalian, dengarlah sumpahku: kelak, dalam perang yang menentukan antara kita di sini, akan kurobek dada Dursasana dengan kuku-kuku tanganku” (dan suara Bima terdengar seperti raung, muram, menggeletar), ”lalu akan kuminum darahnya, kuminum!” Balairung seolah baru mendengarkan petir menggugur. Beberapa bangsawan Kurawa mendeham mengejek—bukankah ancaman Bima itu omong kosong, karena ia secara sah telah jadi budak—tapi sebagian tiba-tiba merasa ngeri: rasanya memang sesuatu yang tak pantas telah terjadi di tempat terhormat ini. Tapi, siapakah yang akan menolong Drupadi? Read the rest of this entry »

Filed under: sosok, wayang,

Sumpah Palapa

Sumpah Palapa adalah suatu pernyataan/sumpah yang dikemukakan oleh Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit, tahun 1258 Saka (1336 M).

Sumpah Palapa ini ditemukan pada teks Jawa Pertengahan Pararaton, yang berbunyi,
Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.

Terjemahannya,
Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Beliau Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”.

Dari isi naskah ini dapat diketahui bahwa pada masa diangkatnya Gajah Mada, sebagian wilayah Nusantara yang disebutkan pada sumpahnya belum dikuasai Majapahit.

Arti nama-nama tempat
Gurun = Nusa Penida <—- Nusa tenggara ? wah jauh juga ya ….
Seran = Seram <— Maluku ? gelombang lautnya padahal besar lo ….
Tañjung Pura = Kalimantan Barat
Haru = Sumatra Utara (ada kemungkinan merujuk kepada Karo)
Pahang = Pahang di Semenanjung Melayu <—- wuih sampai Malaysia ya …. Applause.gif
Dompo = sebuah daerah di pulau Sumbawa
Bali = Bali
Sunda = Kerajaan Sunda
Palembang = Palembang atau Sri Wijaya
Tumasik = Singapura <—– ini nih yang sekarang suka ambil pasir Indonesia

—-

Notes :
Sumpah Palapa diakui merupakan upaya / ambisi pertama untuk menyatukan kepulauan NUSANTARA …. bendera yang dipakai pun sama … Merah Putih

Tapi penyatuan itu hanya berlangsung sebentar dan sifatnya bukan sebuah BANGSA … melainkan upaya penguasaan hegemoni (penanaman pengaruh) dari bangsa Majapahit kepada bangsa-bangsa lain.

Majapahit akhirnya runtuh … karena NUSANTARA tidak dapat DIPERSATUKAN melalui ikatan kesukuan, ras, atau kebangsaan sempit …. NUSANTARA AKHIRNYA DIPERSATUKAN OLEH KEBANGSAAN YANG BARU ….
Yang satu nasib, dalam penjajahan belanda
Yang satu keinginan untuk merdeka
Nusantara dipersatukan dalam BANGSA INDONESIA

Salut dengan ambisi GAJAH MADA … tapi lebih salut lagi dengan PARA BAPAK PENDIRI BANGSA INDONESIA yang berhasil melampaui GAJAH MADA … menyatukan NUSANTARA dalam KEBANGSAAN yang baru 

Filed under: sejarah, sosok, , ,

Panglima Sudirman

sudirman

Panglima dan Jenderal Pertama RI

Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatarbelakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan.

Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.

Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat. Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang. Read the rest of this entry »

Filed under: sejarah, sosok, , ,

Menggugat Budi Utomo


Asvi Marwan Adam

· Ahli peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

MAKNA diperingatinya suatu peristiwa menurut Mona Ozouf adalah menunjukkan bahwa kita masih tetap sama seperti dulu dan akan tetap seperti itu pada masa mendatang. Sejarawan Prancis itu berbicara tentang fungsi pengawetan peristiwa bersejarah. Namun peringatan kebangkitan nasional justru sengaja dilakukan secara intensif pada saat-saat bangsa kita mengalami kesulitan besar. Ketika Indonesia yang wilayahnya sangat terbatas mendapat tekanan dari dalam negeri serta kemungkinan serangan dari pihak Belanda, di Yogyakarta pada 1948 hari lahir Budi Utomo diperingati sebagai tonggak kebangoenan nasionalâ€.

Sepuluh tahun kemudian, 20 Mei 1958, peringatan 50 tahun Budi Utomo di Istana Merdeka berlangsung meriah. Dalam acara tersebut, Presiden Soekarno berpidato: Kenapa kita tanggal 20 Mei 1958 ini mengadakan peringatan hari Kebangkitan Nasional setjara hebat? . Memang benar, Budi Utomo adalah satu serikat jang ketjil. Tudjuannja pun belum djelas sebagai tudjuan kita sekarang ini. Tetapi Saudara-saudara, marilah kita tindjau terbangunnja Budi Utomo itu dari sudut jang lain…. Benar 20 Mei 1908 sekedar satu kriwikanâ kata orang Djawa dan belum grodjogan. Jang kita peringati ialah bahwa 20 Mei 1908 itu berisi kemenangan satu azas, kemenangan satu beginsel. Tidak ada satu bangsa jang tjukup baik untuk memerintah bangsa lain. No nation is good enough to govern another nation.
Read the rest of this entry »

Filed under: sejarah, sosok, , ,

Laksamana Keumalahayati

Malahayati

Bicara soal perempuan hebat, ada sedikit cerita sedikit tentang sosok perempuan lain, yang berbeda generasai dari Kartini. Perempuan yang untuknya tidak ada lagu pujian. Pahlawan yang jarang disebut namanya. pahlawan yang tidak pernah diungkit sejarahnya. Laksamana perempuan pertama di dunia. Petarung garis depan. Pemimpin laskar Inong Balee yang disegani musuh dan kawan. Dialah Laksamana Malahayati.

Kisah Laksamana Malahayati walaupun tidak banyak, semua bercerita tentang kepahlawanannya. Pada saat dibentuk pasukan yang prajuritnya terdiri dari para janda yang kemudian dikenal dengan nama pasukan Inong Balee, Malahayati adalah panglimanya (suami Malahayati sendiri gugur pada pertempuran melawan Portugis). Konon kabarnya, pembentukan Inong Balee sendiri adalah hasil buah pikiran Malahayati. Malahayati juga membangun benteng bersama pasukannya dan benteng tersebut dinamai Benteng Inong Balee.

Karir militer Malahayati terus menanjak hingga ia menduduki jabatan tertinggi di angkatan laut Kerajaan Aceh kala itu. Sebagaimana layaknya para pemimpin jaman itu, Laksamana Malahayati turut bertempur di garis depan melawan kekuatan Portugis dan Belanda yang hendak menguasai jalur laut Selat Malaka.

Di bawah kepemimpinan Malahayati, Angkatan Laut Kerajaan Aceh terbilang besar dengan armada yang terdiri dari ratusan kapal perang. Adalah Cornelis de Houtman, orang Belanda pertama yang tiba di Indonesia, pada kunjungannya yang ke dua mencoba untuk menggoyang kekuasaan Aceh pada tahun 1599. Cornelis de Houtman yang terkenal berangasan, kali ini ketemu batunya. Alih-alih bisa meruntuhkan Aceh, armadanya malah porak poranda digebuk armada Laksamana Malahayati. Banyak orang-orangnya yang ditawan dan Cornelis de Houtman sendiri mati dibunuh oleh Laksamana Malahayati pada tanggal 11 September 1599.

Selain armada Belanda, Laksamana Malahayati juga berhasil menggebuk armada Portugis. Reputasi Malahayati sebagai penjaga pintu gerbang kerajaan membuat Inggris yang belakangan masuk ke wilayah ini, memilih untuk menempuh jalan damai. Surat baik-baik dari Ratu Elizabeth I yang dibawa oleh James Lancaster untuk Sultan Aceh, membuka jalan bagi Inggris untuk menuju Jawa dan membuka pos dagang di Banten. Keberhasilan ini membuat James Lancaster dianugrahi gelar bangsawan sepulangnya ia ke Inggris.
Ketika Negara-negara maju berkoar masalah kesetaraan gender terutama terhadap Negara berkembang dewasa ini, wilayah nusantara telah lama mempunyai pahlawan gender yang luar biasa. Laksamana perang wanita pertama di dunia.

Nama Malahayati saat ini terserak di mana-mana, sebagai nama jalan, pelabuhan, rumah sakit, perguruan tinggi dan tentu saja … nama kapal perang. KRI Malahayati, satu dari tiga fregat berpeluru kendali MM-38 Exocet kelas Fatahillah. Bahkan lukisannya diabadikan di museum kapal selam surabaya. di Pun demikian, entah kenapa tak banyak yang mengenal namanya. “Siapa sih Malahayati itu?” begitu sering kita dengar. Hanya ada jawaban, “Oh, dia itu Laksamana“.
Laksamana Malahayati …. grande dame (perempuan yang agung). Pahlawan emansipasi yang terlupakan.

Filed under: sejarah, sosok, , ,

Sejarah Ahmadiyah

Ulama besar India yang paling disegani pada zamannya, Syed Abul Hasan Ali an-Nadwi, mengatakan gerakan Ahmadiyah ‘menambah beban’ pekerjaan rumah umat Islam

“Saya tidak percaya bahwa Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi dan belum percaya pula bahwa ia seorang mujaddid [pembaharu]“, tulis Ir. Soekarno dalam bukunya, Di Bawah Bendera Revolusi, jilid 1, cetakan ke-2, Gunung Agung Jakarta, 1963, hlm. 345. Mantan Presiden RI pertama itu tidak keliru dan bukan pula sendirian. Jauh sebelum itu, tokoh pemikir masyhur Sir Muhammad Iqbal ketika ditanya oleh Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India waktu itu, perihal Ahmadiyah dengan tegas menjawab bahwa wahyu kenabian sudah final dan siapapun yang mengaku dirinya nabi penerima wahyu setelah Muhammad saw adalah pengkhianat kepada Islam: “No revelation the denial of which entails heresy is possible after Muhammad. He who claims such a revelation is a traitor to Islam” (Lihat: Islam and Ahmadism, cetakan Islamabad: Da’wah Academy, 1990, hlm. 8).

Iqbal menangkap banyak kemiripan antara gerakan Ahmadiyah di India dengan Babiyah di Persia (Iran), yang pendirinya juga mengklaim dapat wahyu sebagai nabi. Menurut Iqbal, tokoh-tokoh kedua aliran sesat ini merupakan alat politik ‘belah bambu’ kolonialis Inggris -yang waktu itu masih bercokol di India- dan imperialis Rusia -yang sempat menjajah Asia Tengah dan sebagian Persia. Akidah mereka adalah ‘kepasrahan pada penguasa’ (political servility), jelas Iqbal (hlm. 13). Jika pemerintah Russia mengijinkan Babiyah membuka markas mereka di Ishqabad, Turkmenistan, maka pemerintah Inggris merestui Ahmadiyah mendirikan pusat misi mereka di Woking, wilayah tenggara England. Bagi Iqbal, doktrin-doktrin Ahmadiyah hanya akan mengembalikan orang kepada kebodohan. Inti dari Ahmadisme atau Qadianisme -demikian Iqbal lebih suka menyebutnya- adalah rekayasa mencipta sebuah umat baru bagi nabi India (sebagai tandingan nabi Arabia): “to carve out, from the Ummat of the Arabian Prophet, a new ummat for the Indian prophet.” (hlm. 2).

Seorang ulama India yang paling disegani pada zamannya, Syed Abul Hasan Ali an-Nadwi, sesudah mempelajari secara intensif dan objektif perjalanan hidup dan ‘evolusi’ Mirza Ghulam Ahmad dari seorang santri sederhana hingga menjadi pembela agama (1880) dan mengaku imam mahdi alias masih maw’ud (1891) serta menganggap dirinya nabi (1910), menyimpulkan bahwa gerakan Ahmadiyah ini hanya menambah beban pekerjaan rumah umat Islam, memecah-belah mereka, dan membikin masalah umat kian rumit (Lihat: Qadianism: A Critical Study, cetakan Lucknow 1980, hlm. 155). Bahwa esensi ajaran Ahmadiyah adalah klaim kenabian Mirza Ghulam Ahmad juga disimpulkan oleh Yohanan Friedman, peneliti dari Hebrew University of Jerusalem, dalam bukunya, Prophecy Continous: Aspects of Ahmadi Religious Thought and Its Medieval Background, Berkeley: University of California Press, 1989, hlm. 119, 181 dan 191. Read the rest of this entry »

Filed under: sejarah, sosok, , ,

Renungkanlah..!!!!

Alkisah ibunda suwardi sryaningrat (ki hajar dewantara) sedang bermain bersama anaknya ke Candi Borobudur

” Anakku suwardi, lihatlah stupa di puncak candi itu. manis dan indah bukan? tetapi ketahuilah wardi, bahwa stupa itu tak kan berada di puncak candi jikalau tidak ada batu-batu dasar yang mendungkungnya. itulah ibaratnya rakyat jelata, itulah gambaran para budak dan hamba sahaya para raja. oleh sebab itu, jikalau Tuhan memang mentakdirkan dirimu menjadi raja, janganlah kau lupa kepada rakyat jelata yang menaikkan dirimu ke atas puncak dari segala pincak kemegahan kerajaan warisan enek moyangmu. cintailah dan hargailah sesamamu, terutama rakyatmu yang menderita dan memerlukan uluran tanganmu”

Tampak nya Bapa Penddikan kita ini sangat memahami dan meresapi benar nasehat yang diberikan oleh sang ibu, setelah tahun demi tahun berlalu, Raden Suwardi akan diangkat menjadi Sri Paku Alam III, tetapi karena beliau melihat keretakan hubungan keluarga karena perebutan tahta, Raden Suwardi lebih memilih mengundurkan diri dari pencalonan raja. Maka bertuturlah Raden Suwardi kepada ayah bundanya.

“Ayah dan bunda, mohon ampun bila keputusan sahaya tak sesuai dengan keinginan ayah-bunda. namun demi pertimbangan kemanusiaan: sahaya berkeberatan untuk menerima mahkota dan singgasana kerajaan”
“Bagi sahaya tidaklah penting siapa yang duduk di atasa singgasana dan menjadi raja, sebab kunci pelepas kesengsaraan kaum pribumi, yaitu seluruh bangsa kita tidak terletak pada soal: siapa yang menjadi raja. namun jawaban atas satu pertanyaan: siapakah yang mau berjuang membebaskan bangsa kita dari penjajahan belanda”

Walaupun tidak menjadi raja, Raden Suwardi Suryaningrat yang berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara tidak pernah berhenti berjuang. beliau mengabdi untuk bangsanya melalui jalan pendidikan, beliau mendirikan sekolah taman siswa. yang menjadikan rakyat Indonesia mempunyai pemikiran-pemikiran jernih pada saat itu.

Buat para BFers, walau kita bukan presiden, menteri, gubernur, atau pejabat-pejabat lainnya, bukan berarti kita berhenti berjuang, kita harus terus berjuang demi seluruh saudara-saudara kita. jika para petinggi bangsa kita loyo, kita haru stetap kuat membela tanah air ini dengan niat yang tulus dan baik.

Perjuangan para pendiri BF, patut kita teruskan denga memberikan postingan2 yang bermanfaat, yah… saya memang bukan apa-apa, tapi saya mencintai bangsa ini, dan saya akan berjuang untuk bangsa ini walaupun perjuangan saya kecil manfaatnya.

“Raihlah kebahagiaan bersama dengan niat yang baik dan semangat juang”

Filed under: sosok,

Tulis alamat email anda untuk menerima postingan baru dari blog ini

Join 6 other followers

Arsip

Blog Stats

  • 50,314 hits

Blog reviews

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com

RSS tips and tricks

tanggapan

Irfan Nursalim on asal-usul Pattimura
Joel Luiz Haliwela on asal-usul Pattimura
eko on Nama-nama raja Tanah Jawa
amirah tsara on Asal-usul Majapahit
nana sugriana on Asal-usul Majapahit
Yazli bin Yis on Nama-nama raja Tanah Jawa
gersang padang sapan… on Sejarah Candi-Candi Di In…
Amak Alaudin on CAROK
amaksantrisalaf on CAROK
ki bagus sawung kism… on JODOH LEWAT MIMPI

singalodaya


sucining jiwo kanti lelaku makaryo nerimo dening Gusti murbeng dumadi

Alexa Traffic

Review http://www.singalodaya.wordpress.com on alexa.com

Hosting Unlimited Untuk Anda

RSS Artikel Desain dan dekorasi Rumah

  • Integral Group Oakland, CA Office Earns Platinum LEED(R)
    San Francisco, CA (PRWEB) May 22, 2012 Today, during a plaque ceremony in Oakland, CA, Integral Group, Founder & CEO, Kevin Hydes and Managing Director, Peter Rumsey, alongside BuildingWise Founder, Barry Giles announced their achievement of earning the worlds highest-ever U.S. Green Building Councils (USGBC) Leadership in Energy and Environmental Design […]
  • Home Improvement Loan – Renovate Home at Low Cost Finance
    You bought or build a home long time back and now it regularly requires improvements like repairing some damages. Home improvement is not limited to repairing works but instead adding a story to the home, enlarging space, building more rooms; modernizing kitchen etc works are also included. So the expenses towards making home a more [...]
  • Academy of Art University Students Complete Design for NASA
    San Francisco, California (PRWEB) May 22, 2012 This semester, Academy of Art University Industrial Design students collaborated with NASA’s Ames Research Center, Moffett Field, Calif., to design a user interface to enable future astronauts to remotely operate a robot on the moon. The project was so successful that three of the students will continue wo […]

RSS Artikel bisnis dan marketing

Bikin blog dapet duit

Text Link Ads

RSS EastJava’s Blog

  • The Connection Between Blogs and Dating
    What do online dating and blogging have to do with each other? At first blush it may not seem like much, but dating blogs are becoming an increasingly popular feature on online dating websites. Blogs, or online journals, can be … Continue reading →
  • The Benefits of Free Online Dating for Single Parents
    Getting involved in the dating world can be a challenge for some single parents. To begin with, the hectic schedule and responsibilities of having children restrict many parents’ abilities and desire to go out and meet new people. The financial … Continue reading →
  • The Changing Face of Online Dating
    When online dating first began to enter into the social consciousness, it became known as a last ditch effort for lonely unfortunates, who had no other way to meet people. Comedy skits like the “Lowered Expectations” routine by MAD TV … Continue reading →

RSS inframundos healthy

pengunjung

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.