Dua th yg lalu,saya tdk pernah memikirkan yg namanya perkawinan.Saya terobsesi dgn pendidikan dan karir,meski usia saya mendekati kepala tiga.Kedua ortu saya hanya bisa geleng2 kepala melihat saya. Mereka sempat bertanya pula mengenai siapa pacar saya karena saya tdk pernah terlihat berkencan dgn pria.
Tiga bulan sebelum bertemu Leo,suami saya sekarang,saya pernah bermimpi didatangi oleh seorang pria tampan berdarah keturunan.Dalam mimpi tersebut,pria itu membawa binatang piaraan seekor anak singa dan memberikannya kpd saya. Anehnya,saya tdk takut.Bahkan saya mencium anak singa yg ternyata sangat jinak itu.
Ketika bangun,saya merasa begitu terkesan dgn mimpi saya itu.Apa maknanya? Pria dlm mimpi itu begitu charming. Mengapa kami tdk saling berkenalan? dan mengapa ia memberiku seekor anak singa? mengapa pula mimpi itu berakhir sampai disitu?
Tiga belas bulan kemudian,saya mendapat beasiswa short course selama empat bulan di Kanada.Saat keberangkatan,dipesawat,saya masih termenung di seat saya, ketika tiba2 sebuah suara maskulin menegur saya. Ketika saya mendongak,seraut wajah tampan sembari tersenyum tengah menatap saya. Saya melongo menatapnya. Wajah itu seperti pernah saya kenal sebelumnya.
Ternyata ia teman sebangku saya.Kami pun berkenalan. Namanya Leo Andika. Ia ke Kanada dlm rangka kunjungan perusahaan selama seminggu lamanya. Selama perjalanan kami berdua ngobrol sangat akrab layaknya dua orang yg sdh saling kenal bertahun2. Sepetinya ada benang yg tak terlihat yg mengikat kami berdua.
Sembari ngobrol saya menjelajahi ingatan saya,mencoba mengingat wajah2 kakak kelas saya,teman kakak saya,klien2 saya.Sampai suatu saat kami terdiam. Tiba2 Leo menatap saya lama. Tentu saja saya jengah dan jantung saya berdegup keras. Kesunyian itu terpecah “Aku merasa pernah bertemu dgn kamu sebelumnya”,katanya sambil menatapku. “Sama.Dari td aku berusaha mengingat dimana ,dimana kita pernah bertemu”,aku saya. “Aku ingat pernah bertemu kamu dlm mimpi sekitar setahun yg lalu”, kata Leo,masih menatap saya. Saya tersentak. Dalam mimpi? ya,ampun. Kini saya bisa mengingat mimpi tiga belas bulan yg lalu. Wajah itu,wajah Leo. Bukankah Leo itu singa? Ternyata dlm mimpiku dulu ia mencoba memperkenalkan namanya lewat anak singa. Read the rest of this entry »






tanggapan