please vote my site http://ping.fm/J4eoq
Filed under: sejarah
2011/03/27 • 12:21 pm 0
Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.
Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh. Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”
Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian. Read the rest of this entry »
2011/03/21 • 10:47 am 0
Dedaunan yang Berguguran
Barangkali kematian yang paling sulit kita terima adalah kematian dari seorang anak. Pada beberapa kesempatan saya pernah diberi kehormatan untuk memimpin upacara pemakaman bagi seorang anak laki-laki atau perempuan, seseorang yang belum lama mengecap pahit manisnya kehidupan. Tugas saya adalah membantu menuntun orang tua yang sedang putus asa, dan juga anggota keluarga yang lainnya, mengatasi siksaan rasa bersalah dan tuntutan obsesif atas jawaban dari pertanyaan, “Mengapa?”
Saya sering menceritakan kisah perumpamaan berikut ini, yang dikisahkan kepada saya beberapa tahun silam di Thailand.
Seorang bhikkhu hutan yang sederhana tengah bermeditasi sendirian di sebuah pondok jerami di tengah hutan. Pada suatu larut malam, terjadilah badai musim hujan yang garang. Angin menderu-deru bagaikan suara mesin jet dan hujan yang deras menerpa pondoknya. Semakin malam beranjak pekat, badai makin bertambah liar. Mula-mula, dahan-dahan pohon terdengar tercerabut dari batangnya. Lalu seluruh bagian pohon terengut oleh angin ribut dan dihempaskan ke tanah dengan suara sekeras guntur.
Sang bhikkhu segera sadar bahwa pondok jeraminya tak akan sanggup melindunginya. Jika sebuah pohon tumbang menimpa pondoknya, atau meskipun cuma sebuah dahan besar, pondoknya akan rata dengan tanah dan meremukkannya sampai mati. Dia tidak tidur sepanjang malam. Seringkali sepanjang malam itu, dia seolah-olah mendengar para raksasa hutan mendobrak ke permukaan tanah dan hatinya berdegup untuk sesaat. Read the rest of this entry »
Filed under: Renungan
2010/06/16 • 12:35 pm 0
Seorang warga negara asing yang baru bertugas di Indonesia sempat terheran-heran setiap dia parkir di basement kantornya dia melihat sebuah ruangan yang didalamnya ada orang sedang beridiri, ada yang duduk, ada yang sedang berbaris. Hal yang sama dia temukan di tempat parkir dibanyak mal-mal di Jakarta. Karena penasaran dia bertanya dengan temannya yang telah lama bertugas di Indonesia. Dia sangat kaget waktu diberitahu bahwa ruangan itu adalah tempat ibadah (musholla) dan orang didalamnya sedang sholat. Dan lebih terkejut waktu dia tahu tidak ada tempat sholat di kantornya selain di basement tadi. Dan ketika rapat dikantornya dia menyinggung masalah ini. Dan dia berkata. Bagaimana anda bisa bekerja dengan baik untuk bertemu dengan klien kita, jika untuk bertemu dengan Tuhan saja anda tidak pernah memikirkan tempat yang layak?
Bukankah seharusnya tempat ibadah menjadi prioritas kita di kantor ini? Mulai saat ini ruangan tempat kita rapat akan kita jadikan tempat anda untuk bertemu dengan Tuhan anda!
Ironis memang, kita yang mengaku negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tidak pernah memikirkan tempat sholat di kantor kita, kita akan protes keras kalau ruangan kita kecil, sempit dan kotor tapi kita tidak pernah protes jika untuk sholat kita harus berada diruangan yang alakadarnya sekedar tempat disudut-sudut kantor yang sedikit kosong dan untuk berjamaah, sujud dan rukuk saja susah . Bukti nyata yang lain adalah hampir seluruh mushola di kantor pemerintah, swasta,mal,terminal hanyalah tempat yang keberadaannya dipikirkan belakangan. Bahkan banyak kantor yang tidak memiliki tempat sholat dengan alasan tidak ada tempat lagi namun gudang-gudang , tangga, pantry dan (maaf) toilet selalu mejadi prioritas utama.
Jika anda berkesempatan jalan-jalan di mal,terminal atau tempat umum lainnya cobalah cari musholla , 99,999 % kalau anda temukan pasti ada dibasement, dekat toilet umum dan diruangan yang untuk mencarinya butuh perjuangan!
Lalu dengan enaknya dan cueknya kalau kita berdoa agar rejeki yang kita dapat agar barokah dan bermanfaat ? padahal kita tidak pernah memikirkan tempat dimana barokah dan manfaat itu akan dicurahkan oleh Allah ?
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
2010/06/06 • 10:57 am 1
Tidak dapat dipungkiri, bahwa pergaulan yang sukses, adalah bagaimana Anda bisa ‘mempresentasikan’ diri Anda di dalamnya.
Karena itu kita tidak boleh lupa bahwa orang yang kita ajak bicara, juga butuh diberi kenyamanan.
Sudah satu jam lebih Sully mendengarkan celotehan Andri, staf marketing
baru di kantornya. Andri yang berpenampilan lumayan dan pembawaannya
menyenangkan memang tak sulit memancing orang untuk mendekati dan
mengobrol dengannya. Sepanjang percakapan dengan Sully, Andri tampak
bersemangat dan terus berceloteh.
Apa komentar Sully setelah itu. “Awalnya, dia memang seperti orang yang
menyenangkan diajak mengobrol. Tapi kalau sudah berbincang dengannya,
kamu akan sadar kalau dirimu hanya dijadikan obyek kesombongan,”
keluhnya.
Apakah yang dibicarakan Andri semua tentang kehebatannya?
“Ternyata tidak, hanya saja ia merasa bahwa ceritanya adalah yang paling
menarik. Dia tidak pernah berpikir bahwa orang lain, si pendengar, perlu
diposisikan sebagai orang yang juga butuh diberi kenyamanan. Sungguh,
setelah lima belas menit mendengar celotehannya, yang kupikirkan adalah
ingin secepatnya pergi dari situ!” ujar Sully.
Anda punya banyak teman, aktif dalam pergaulan?
Siapapun tak bisa memungkiri bahwa kunci sukses berkecimpung dalam pergaulan
adalah bagaimana Anda bisa ‘mempresentasikan’ diri Anda di dalamnya.
Presentasi di sini jangan disalah artikan. Karena ini bukan sekadar
bagaimana cara Anda berpenampilan, tapi juga, yang terpenting, adalah
bagaimana cara Anda bertukar pikiran. Richard Carlson, Ph.D. mengatakan
dalam bukunya yang berjudul Don’t Sweat the Small Stuff bahwa
seringkali seorang ‘pembicara’ yang aktif melupakan batas toleransi
kenyamanan pendengar.
Kenapa bisa begitu? “Karena mereka (pembicara) hanya melulu memikirkan
bagaimana supaya dirinya terlihat hebat, punya daya tarik dan mampu
membuat orang lain terdiam,” kata Carlson. Ego untuk bisa seperti itu
begitu menguasainya, sehingga ia lupa, bahwa tolak ukur keberhasilan
seorang pembicara adalah juga bila si pendengar merasa happy dan nyaman
setelah berbincang dengannya. Read the rest of this entry »
Filed under: nasehat
2010/06/06 • 10:55 am 1
1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya.
2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: “saya pasti tdk mampu”, “saya tdk bisa”, dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: “saya bisa, pasti ada jalan keluarnya” dan lain lain.
3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik – baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).
4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.
5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.
6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.
7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!
8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.
9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Read the rest of this entry »
Filed under: nasehat
2010/05/29 • 8:09 pm 0
Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut menghiasi mahkota kepalanya yang diikat dengan penjepit rambut. Namun raut wajah bulat telur itu seakan tak pernah sekalipun terlihat cemberut. Ia selalu tampak riang, sehingga menyembunyikan parasnya yang jelas telah digurati keriput.
Wanita itu memang tidak terlalu renta, tetapi kekuatan dan kegesitan di masa mudanya niscaya telah direnggut usia. Karenanya, percayakah bahkan dari dirinya pun akan ada sebuah pelajaran tentang makna cinta?
* * *
Selalu…
Sabtu adalah hari yang ditunggu. Hari di mana nafas bisa dihela dengan panjang, dan sejenak mengistirahatkan raga dari rentetan kesibukan yang melelahkan. Saatnya pula untuk menikmati kebersamaan dengan seisi anggota keluarga. Sehingga, berbelanja di sebuah supermarket dekat rumah pun menjadi hiburan yang tak kalah meluahkan kebahagiaan.
Namun sepertinya tidak bagi wanita itu. Bagaikan tak mengenal hari libur, nyaris setiap waktu sosoknya selalu kutemui di sekitar kokusai kouryuu kaikan serta kampus.
Layaknya hari kerja, dikemasnya sampah-sampah yang berserakan serta dipisahkan antara yang terbakar dan tidak. Lantas ditaruhnya pada plastik yang berbeda warna. Sebentar kemudian diambilnya kain untuk mengelap kursi dan meja. Tak lupa, dengan vacuum cleaner dibersihkannya juga permukaan lantai. Setelah selesai ia segera beranjak ke toilet, lalu dengan mengenakan sarung tangan plastik dibersihkannya bekas kotoran manusia tersebut tanpa raut muka jijik.
Ia seperti tak peduli rasa lelah atau letih, walaupun terlihat pakaian seragam cleaning service biru mudanya telah basah bersimbah keringat. Tak juga kepenatan menyurutkan keramahannya untuk bertegur sapa dengan siapa saja saat bertemu muka.
Filed under: nasehat
tanggapan